Pemerintah Genjot Dukungan UMKM dan Targetkan Kemiskinan Ekstrem Nol Persen di 2026

Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk memperkuat ekonomi rakyat. Fokus utamanya adalah mendongkrak kelas Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), memperluas jaringan pengaman sosial, serta mempercepat penanganan kemiskinan di tanah air. Hal ini disampaikan oleh Menko Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, setelah bertemu dengan Presiden di Istana Merdeka pada Selasa, 12 Mei 2026. Strategi Baru…

Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk memperkuat ekonomi rakyat. Fokus utamanya adalah mendongkrak kelas Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), memperluas jaringan pengaman sosial, serta mempercepat penanganan kemiskinan di tanah air.

Hal ini disampaikan oleh Menko Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, setelah bertemu dengan Presiden di Istana Merdeka pada Selasa, 12 Mei 2026.

Strategi Baru untuk UMKM dan Ekonomi Kreatif

Pemerintah tidak ingin UMKM jalan di tempat. Ada beberapa langkah konkret yang bakal segera dieksekusi:

  • Suntikan Dana Segar: Pemerintah berencana menambah anggaran khusus untuk sektor UMKM dan ekonomi kreatif. Muhaimin mengajukan dana minimal Rp1 triliun untuk mendorong berbagai kegiatan yang bisa membuat UMKM naik kelas.
  • Akses Kredit Lebih Mudah: Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan kredit usaha kecil-menengah lainnya akan semakin dipermudah.
  • Pemanfaatan Aset Negara: Kementerian, lembaga, hingga BUMN diperintahkan untuk membuka ruang. Aset-aset yang selama ini menganggur atau belum optimal akan disulap menjadi tempat pemasaran, ruang pameran (display produk), hingga lokasi festival UMKM.

Anggaran Perlindungan Sosial Tembus Rp508,2 Triliun

Untuk menjaga daya beli masyarakat, pemerintah telah mengalokasikan dana fantastis sebesar Rp508,2 triliun dalam APBN. Dana jumbo ini disalurkan melalui beberapa program:

  • Bantuan Sosial (Bansos) tunai.
  • Program Keluarga Harapan (PKH).
  • Bantuan iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Agar anggaran ini tidak salah sasaran, skema subsidi energi juga akan dibenahi. Pemerintah mewajibkan seluruh instansi mengacu pada satu data yang sama, yaitu Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), agar bantuan benar-benar sampai ke tangan yang berhak.

Target Ambisius: Bebas Kemiskinan Ekstrem Tahun Ini

Pemerintah telah memetakan 88 kabupaten/kota yang menjadi prioritas utama dalam percepatan pengentasan kemiskinan. Menko Muhaimin pun optimistis dengan target-target besar yang dicanangkan:

“Kita optimis dan yakin kemiskinan ekstrem tahun 2026 ini bisa menyentuh angka 0 persen, dan angka kemiskinan total turun menjadi 5 persen pada tahun 2029,” tutup Muhaimin.

About the Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *